ZONA INTEGRITAS

Berita

Peristiwa

Showbiz

Ad Placement

Foto

Video

Rabu, 04 November 2026

Prajurit Wing Udara 2 Puspenerbal Beserta Putranya Boyong Tiga Medali di Porprov XVII Jateng 2026

Prajurit Wing Udara 2 Puspenerbal Beserta Putranya Boyong Tiga Medali di Porprov XVII Jateng 2026

TNI AL - Puspenerbal (03/11/2026)
Prajurit Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal), Lettu Laut (E) Oscar Panji Sapta Nugraha, menunjukkan kekompakan luar biasa bersama sang putra, Abriyan Satriya Sapta Nugraha, dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026. Bertanding membela Kontingen Kabupaten Purworejo pada cabang olahraga aeromodelling yang digelar di Bandara Ngloram, Kabupaten Blora, 23–30 Oktober 2026, duet ayah dan anak ini sukses mengukir prestasi gemilang dengan memborong medali emas, perak, dan perunggu.

Kejuaraan ini menjadi panggung pembuktian bagi Abriyan yang masih duduk di bangku kelas VI SD. Tampil impresif pada pengalaman perdananya di level provinsi, Abriyan berhasil meraih medali emas pada nomor F3J INA (Terbang Layang Kendali Radio) dan medali perak pada nomor F3R INA (Balap Tiang Kendali Radio INA) berpasangan dengan sang ayah. Sementara itu, Lettu Laut (E) Oscar Panji melengkapi raihan tersebut dengan menyumbangkan medali perunggu pada kategori perorangan nomor F3J FAI.

Prestasi membanggakan ini mendapat apresiasi tinggi dari Komandan Wing Udara 2 Puspenerbal, Kolonel Laut (P) Oscar Johanes Novie, M.Tr.Opsla. Danwing Udara 2 menyampaikan rasa bangga atas dedikasi dan semangat juang yang ditunjukkan oleh Lettu Laut (E) Oscar Panji. Beliau berharap pencapaian ini tidak hanya mengharumkan nama satuan dan daerah, tetapi juga menjadi dorongan semangat serta inspirasi bagi seluruh prajurit Puspenerbal untuk terus berprestasi di bidang ketangkasan olahraga, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Kecintaan pada dunia penerbangan modal (aeromodelling) menjadi sarana efektif bagi Lettu Laut (E) Oscar Panji dalam membangun kedisiplinan, ketahanan mental, serta keharmonisan keluarga di sela-sela kedinasan. Keberhasilan pada Porprov XVII Jateng 2026 ini sekaligus menjadi pijakan awal bagi prajurit Wing Udara 2 Puspenerbal tersebut bersama sang putra untuk mempersiapkan diri menghadapi babak Kualifikasi / Pra PON 2027 mendatang.

Selasa, 03 November 2026

Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq Ajak Seluruh Stakeholder Lampung Wujudkan Pengamanan Terpadu dalam Operasi Patuh Krakatau 2026

DITLANTAS POLDA LAMPUNG | Direktorat Lalu Lintas Polda Lampung di bawah kepemimpinan Dirlantas Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq terus memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektoral dalam mendukung pelaksanaan Operasi Patuh Krakatau 2026. Melalui komunikasi, koordinasi, serta penyamaan persepsi bersama berbagai unsur terkait, upaya mewujudkan keamanan, ketertiban, kelancaran, dan keselamatan berlalu lintas sekaligus mempersiapkan pengamanan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 menjadi perhatian bersama di Provinsi Lampung, Rabu, 4 November 2026.

Dokumentasi kegiatan memperlihatkan Dirlantas Polda Lampung bersama jajaran kepolisian dan unsur terkait melakukan koordinasi langsung di lapangan. Komunikasi antarpersonel menjadi bagian penting untuk memastikan setiap unsur memahami tugas, tanggung jawab, serta langkah yang harus dilakukan dalam mendukung kelancaran aktivitas masyarakat.

Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq menempatkan sinergi lintas sektoral sebagai salah satu kekuatan utama dalam membangun sistem pengamanan lalu lintas yang efektif. Sebab, persoalan lalu lintas tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga membutuhkan dukungan berbagai instansi sesuai kewenangan dan tanggung jawab masing-masing.

Semangat tersebut tercermin dalam pesan yang ditampilkan pada dokumentasi kegiatan, yakni berbeda tugas, satu tujuan, serta berbeda kewenangan, satu komitmen. Pesan ini menjadi gambaran bahwa keberhasilan pengamanan membutuhkan kesamaan visi, koordinasi yang kuat, dan kesediaan seluruh unsur untuk bekerja bersama demi kepentingan masyarakat.

Dalam pelaksanaan Operasi Patuh Krakatau 2026, aspek keselamatan pengguna jalan menjadi perhatian penting. Penertiban pelanggaran, peningkatan disiplin pengendara, serta edukasi kepada masyarakat merupakan langkah yang perlu berjalan beriringan agar kesadaran berlalu lintas tumbuh bukan semata karena adanya petugas, melainkan menjadi kebutuhan setiap pengguna jalan.

Kehadiran jajaran kepolisian bersama unsur terkait di lapangan juga memperlihatkan pentingnya kesiapan operasional. Koordinasi teknis, pemantauan situasi, dan komunikasi antarpersonel diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan yang dapat memengaruhi kelancaran arus lalu lintas maupun aktivitas masyarakat.

Selain mendukung pelaksanaan Operasi Patuh Krakatau 2026, penguatan sinergi tersebut juga relevan dengan persiapan pengamanan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027. Mobilitas masyarakat yang berpotensi meningkat pada periode akhir tahun membutuhkan perencanaan matang, termasuk kesiapan personel, pengaturan lalu lintas, serta koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq melalui jajaran Ditlantas Polda Lampung diharapkan terus mendorong pola kerja yang responsif, profesional, dan humanis. Masyarakat tidak hanya membutuhkan kehadiran aparat ketika terjadi pelanggaran, tetapi juga pelayanan, perlindungan, dan kepastian bahwa perjalanan mereka berlangsung aman serta nyaman.

Sinergi lintas sektoral juga menjadi fondasi penting untuk membangun kepercayaan publik. Ketika seluruh unsur menjalankan fungsi secara terpadu, berbagai tantangan pengamanan dapat dihadapi dengan lebih terarah. Karena itu, koordinasi tidak boleh berhenti pada pertemuan formal, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata dan pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Melalui semangat POLISI BERSAMA MASYARAKAT, Ditlantas Polda Lampung terus mendorong terciptanya budaya tertib berlalu lintas dan kesiapan pengamanan yang berorientasi pada keselamatan publik. Berbeda tugas dan kewenangan bukan menjadi penghalang, melainkan kekuatan untuk menyatukan langkah demi Lampung yang aman, tertib, lancar, dan kondusif, khususnya menyambut Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.

TIM RMO

Operasi Patuh Krakatau 2026 di Lampung, Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq Ingatkan Risiko Mengabaikan Petugas

DITLANTAS POLDA LAMPUNG | Keselamatan berlalu lintas tidak hanya ditentukan oleh kepatuhan terhadap rambu dan aturan jalan, tetapi juga kesadaran setiap pengguna jalan dalam memahami arahan petugas. Melalui Operasi Patuh Krakatau 2026, Dirlantas Polda Lampung Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq menegaskan pentingnya disiplin, kewaspadaan, serta kepedulian bersama demi mewujudkan keamanan dan keselamatan di jalan raya. Senin, 2 November 2026.

Pesan keselamatan tersebut tergambar melalui penekanan terhadap setiap isyarat tangan petugas lalu lintas. Gerakan sederhana yang diberikan anggota di lapangan memiliki arti penting untuk mengatur arus kendaraan, mencegah konflik lalu lintas, serta memberikan perlindungan kepada seluruh pengguna jalan.

Dalam pelaksanaan Operasi Patuh Krakatau 2026, kepatuhan masyarakat menjadi salah satu kunci utama terciptanya ketertiban. Pengendara diingatkan agar tidak mengabaikan arahan petugas, selalu memperhatikan kondisi jalan, serta mengutamakan keselamatan dibandingkan kecepatan maupun kepentingan pribadi.

Kehadiran polisi lalu lintas juga memiliki dimensi pelayanan kemanusiaan. Petugas tidak hanya mengatur kendaraan, tetapi turut membantu masyarakat, memberikan rasa aman kepada pejalan kaki, dan memastikan kelompok rentan, khususnya anak-anak sekolah, memperoleh perhatian ketika beraktivitas di jalan raya.

Keselamatan anak-anak menjadi perhatian penting dalam membangun budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini. Pendampingan saat menyeberang jalan, kepatuhan terhadap arahan petugas, serta edukasi mengenai keselamatan merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan jalan yang lebih aman bagi generasi penerus.

Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq melalui pesan kampanye keselamatan Operasi Patuh Krakatau 2026 mengingatkan bahwa setiap pengguna jalan memiliki tanggung jawab yang sama. Pengemudi kendaraan bermotor harus mematuhi ketentuan berkendara, menggunakan perlengkapan keselamatan, dan menghormati hak pengguna jalan lainnya.

Pendekatan humanis juga menjadi pesan penting dalam membangun hubungan antara kepolisian dan masyarakat. Penegakan aturan harus berjalan seiring dengan edukasi dan pelayanan sehingga masyarakat memahami bahwa ketertiban berlalu lintas bukan semata-mata untuk menghindari sanksi, melainkan untuk melindungi nyawa manusia.

Semangat POLISI BERSAMA MASYARAKAT menjadi landasan dalam membangun kesadaran kolektif. Keselamatan tidak dapat diwujudkan hanya melalui kehadiran petugas, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari pengendara, pejalan kaki, pelajar, hingga lingkungan keluarga.

Melalui Operasi Patuh Krakatau 2026, Dirlantas Polda Lampung mengedepankan pesan bahwa satu kepatuhan dapat mencegah kecelakaan dan satu tindakan peduli dapat menyelamatkan kehidupan. Karena itu, masyarakat diharapkan menjadikan tertib berlalu lintas sebagai kebiasaan sehari-hari, bukan hanya ketika operasi kepolisian berlangsung.

Pada akhirnya, setiap isyarat tangan petugas, setiap arahan keselamatan, dan setiap pelayanan kepada masyarakat memiliki tujuan yang sama: memastikan setiap orang dapat berangkat dengan aman dan kembali ke rumah dengan selamat.

POLISI BERSAMA MASYARAKAT

MELINDUNGI, MENGAYOMI, DAN MELAYANI.


TIM RMO

DIRLANTAS LAMPUNG KOMBE​S POL. H.M. REZA CHAIRUL AKBAR SIDIQ PERKUAT SILATURAHMI DENGAN TOKOH ADAT, WEJANGAN DANG IKE EDWIN JADI INSPIRASI PENGABDIAN

DITLANTAS POLDA LAMPUNG | Membangun kedekatan dengan masyarakat tidak cukup hanya melalui pelaksanaan tugas kepolisian di lapangan, tetapi juga membutuhkan komunikasi, penghormatan terhadap tokoh masyarakat, serta silaturahmi yang berkesinambungan. Semangat tersebut tercermin dalam kunjungan silaturahmi Direktur Lalu Lintas Polda Lampung Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq kepada tokoh masyarakat dan adat Lampung, Irjen Pol. (Purn.) Dr. H. Ike Edwin, yang akrab disapa Dang Ike, Selasa (3/11/2026).

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Dalam dokumentasi yang dibagikan, Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq terlihat menjalin komunikasi langsung dengan Ike Edwin, termasuk memperlihatkan sikap hormat ketika bersalaman dan menerima wejangan. Pertemuan tersebut menjadi gambaran pentingnya membangun hubungan antargenerasi dalam menjaga nilai pengabdian kepada masyarakat.

Ike Edwin dikenal sebagai mantan Kapolda Lampung tahun 2016 sekaligus tokoh yang memiliki perhatian terhadap pelestarian adat dan budaya Lampung. Pengalaman panjangnya dalam institusi kepolisian serta keterlibatannya dalam kehidupan masyarakat menjadi bagian dari nilai keteladanan yang dapat menjadi bahan pembelajaran bagi generasi penerus Bhayangkara.

Dalam pertemuan tersebut, berbagai wejangan dan nilai-nilai keteladanan disampaikan. Pesan mengenai semangat, dedikasi, kepedulian, serta pentingnya menjaga hubungan dengan masyarakat menjadi perhatian dalam silaturahmi tersebut. Nilai-nilai itu memiliki relevansi kuat dengan tugas kepolisian yang tidak hanya menegakkan aturan, tetapi juga menghadirkan rasa aman dan kepercayaan publik.

Bagi Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq dan jajaran Ditlantas Polda Lampung, keteladanan seorang senior merupakan pengingat bahwa jabatan adalah amanah dan pengabdian harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Kedekatan dengan masyarakat, kesediaan mendengarkan aspirasi, serta kepedulian terhadap persoalan sosial merupakan bagian penting dalam membangun institusi kepolisian yang semakin dipercaya.

Silaturahmi tersebut juga membawa pesan tentang pentingnya menghormati adat dan budaya Lampung sebagai bagian dari identitas masyarakat Bumi Ruwa Jurai. Kepolisian harus mampu hadir di tengah keberagaman dengan sikap terbuka, menghargai kearifan lokal, serta menjadikan tokoh adat dan masyarakat sebagai mitra dalam menjaga keharmonisan dan ketertiban.

Dalam konteks tugas lalu lintas, pendekatan humanis menjadi sangat penting. Penegakan hukum harus berjalan beriringan dengan edukasi, keteladanan, dan pelayanan yang berorientasi pada keselamatan. Masyarakat bukan semata-mata objek penindakan, melainkan mitra utama dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.

Terlebih, Ditlantas Polda Lampung tengah menjalankan Operasi Patuh Krakatau 2026 yang berlangsung pada 26 Oktober hingga 8 November 2026. Operasi selama 14 hari tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan disiplin pengguna jalan, mencegah pelanggaran berisiko kecelakaan, serta membangun kesadaran bahwa keselamatan merupakan kebutuhan bersama, bukan sekadar kewajiban karena adanya petugas.

Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq diharapkan terus membawa semangat keteladanan tersebut dalam kepemimpinan dan pelaksanaan tugas jajaran Ditlantas Polda Lampung. Perpaduan ketegasan, profesionalisme, komunikasi yang santun, dan kepedulian sosial merupakan fondasi penting untuk menghadirkan pelayanan kepolisian yang semakin berkualitas dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Pada akhirnya, silaturahmi bukan sekadar pertemuan untuk mempererat hubungan, melainkan ruang untuk menyerap pengalaman, menjaga persaudaraan, dan meneruskan nilai-nilai pengabdian. Semangat, dedikasi, serta kepedulian terhadap masyarakat yang menjadi pesan dalam pertemuan tersebut diharapkan terus menginspirasi jajaran Ditlantas Polda Lampung dalam menjalankan tugas.

POLISI BERSAMA MASYARAKAT.

TIM RMO

Satgas TMMD Ke-130 Laksanakan Perbaikan Plafon Pesantren Demi Kenyamanan Belajar Anak-Anak

Satgas TMMD Ke-130 Laksanakan Perbaikan Plafon Pesantren Demi Kenyamanan Belajar Anak-Anak

Manokwari Selatan – Kepedulian terhadap dunia pendidikan terus ditunjukkan oleh personel Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-130 Kodim 1808/Manokwari Selatan. Kali ini, personel Satgas melaksanakan perbaikan plafon bangunan pesantren guna menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman, aman, dan kondusif bagi anak-anak. Manokwari Selatan, Selasa (3/11/2026).

Kegiatan perbaikan tersebut dilakukan dengan mengganti dan memasang lembaran plafon pada bagian bangunan yang membutuhkan pembenahan. Dengan penuh semangat dan ketelitian, personel Satgas TMMD bekerja sama menyelesaikan pemasangan plafon agar bangunan pesantren terlihat lebih rapi, bersih, dan nyaman digunakan.

Perbaikan plafon ini merupakan salah satu bentuk kepedulian TNI terhadap fasilitas pendidikan dan keagamaan di wilayah Manokwari Selatan. Kehadiran Satgas TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memberikan perhatian terhadap sarana yang menunjang kegiatan pendidikan dan pembinaan karakter generasi muda.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan anak-anak pesantren dapat melaksanakan kegiatan belajar dan menuntut ilmu dengan lebih nyaman tanpa terganggu kondisi bangunan yang kurang memadai.

Semangat pengabdian yang ditunjukkan personel Satgas TMMD Ke-130 menjadi bukti nyata bahwa kemanunggalan TNI dengan rakyat tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui kepedulian terhadap masa depan generasi penerus bangsa.

(Tim/Red)

Terus Kebut dan Tak Kenal Lelah, Satgas TMMD Ke-130 Kodim 1808/Mansel Lanjutkan Pengecoran Jembatan

Terus Kebut dan Tak Kenal Lelah, Satgas TMMD Ke-130 Kodim 1808/Mansel Lanjutkan Pengecoran Jembatan

Mansel - Semangat dan dedikasi tinggi terus ditunjukkan anggota Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026 Kodim 1808/Mansel. Memasuki hari ke-21 pelaksanaan program TMMD, personel Satgas tetap bekerja tanpa mengenal lelah dengan mengoperasikan mesin molen untuk mendukung proses pengecoran pembangunan jembatan demi mempercepat penyelesaian sasaran fisik. Kegiatan tersebut berlangsung di Kabupaten Manokwari Selatan, Selasa (3/11/2026).

Dalam kegiatan tersebut, anggota Satgas TMMD ke-130 dipimpin oleh Letda Inf Niko Giay selaku koordinator pembangunan jembatan. Ia bersama personel lainnya terus memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan dengan baik agar proses pengecoran dapat terlaksana sesuai rencana.

Mesin molen terus dioperasikan untuk mencampur material semen, pasir, kerikil, dan air sebagai bahan utama pengecoran. Aktivitas tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan konstruksi jembatan yang nantinya diharapkan dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat setempat.

Meski harus bekerja dengan mengandalkan tenaga dan ketelitian, anggota Satgas tetap menunjukkan kekompakan serta semangat gotong royong. Mereka saling membantu dalam menyiapkan material, mengoperasikan mesin molen, hingga mendukung kelancaran proses pengecoran di lokasi pembangunan.

Letda Inf Niko Giay menegaskan pentingnya kerja sama dan kedisiplinan seluruh personel agar pekerjaan dapat diselesaikan secara maksimal. Melalui koordinasi yang baik, Satgas TMMD terus berupaya menjaga kualitas pekerjaan sehingga jembatan yang dibangun nantinya aman, kuat, dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.

Pembangunan jembatan melalui program TMMD ke-130 Kodim 1808/Mansel ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI dalam membantu percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan. Diharapkan, keberadaan jembatan tersebut dapat memperlancar akses transportasi, mempermudah mobilitas warga, serta meningkatkan konektivitas dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Manokwari Selatan.

(Tim/Red)

Jumat, 30 Oktober 2026

Satreskrim Polres Pasaman Barat di Bawah Kapolres AKBP Agung Tribawanto Kedepankan Keadilan, Pemulihan dan Kepastian Hukum

POLRES PASAMAN BARAT | Komitmen menghadirkan penegakan hukum yang berkeadilan, profesional, dan humanis terus diperkuat Kepolisian Resor Pasaman Barat (Polres Pasbar), Sumatera Barat. Di bawah kepemimpinan Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., M.H., melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim), pendekatan keadilan restoratif atau Restorative Justice (RJ) menjadi salah satu mekanisme penyelesaian perkara tertentu dengan mengedepankan pemulihan hak korban, tanggung jawab pihak terkait, serta terciptanya kembali hubungan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto melalui Kasat Reskrim Iptu A. Agung Ngurah Santa Subarata, S.Tr.K., menyampaikan bahwa berdasarkan data yang dihimpun, selama periode 1 hingga 29 Oktober 2026 tercatat sebanyak 30 laporan polisi dalam penyelesaian perkara melalui mekanisme keadilan restoratif di lingkungan Polres Pasbar dan jajaran Polsek. Data tersebut mencerminkan upaya Satreskrim bersama jajaran dalam mengoptimalkan penyelesaian perkara sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Dari data tersebut, tujuh perkara tercatat ditangani pada tingkat Polres Pasaman Barat, sementara 22 perkara lainnya disebut berada di tingkat Polsek jajaran. Kasat Reskrim menjelaskan bahwa perkara yang diselesaikan melalui pendekatan tersebut antara lain pencurian biasa dan penggelapan. Seluruh proses tetap harus memperhatikan persyaratan hukum, kesepakatan sukarela para pihak, serta kepentingan dan pemulihan hak korban.

Sementara itu, berdasarkan rincian jenis perkara yang disampaikan untuk tingkat Polsek jajaran, terdapat delapan perkara penganiayaan, enam perkara pencurian biasa, dan dua perkara pengancaman. Satreskrim Polres Pasbar menempatkan penyelesaian perkara tersebut dalam kerangka penegakan hukum yang tidak hanya berorientasi pada prosedur, tetapi juga mempertimbangkan dampak konflik terhadap korban, pelaku, keluarga, dan lingkungan sosial. Rincian angka tersebut masih memerlukan pencocokan dengan total 22 perkara yang disebutkan sebelumnya agar data publikasi benar-benar akurat.

Kapolres AKBP Agung Tribawanto melalui Kasat Reskrim menegaskan bahwa Restorative Justice bukan sekadar upaya mempercepat penyelesaian administrasi perkara. Lebih dari itu, pendekatan ini mengutamakan penyelesaian konflik secara bertanggung jawab, pemulihan kerugian yang dialami korban, serta membangun kesadaran agar persoalan serupa tidak kembali terulang. Dengan demikian, keadilan tidak hanya dilihat dari proses hukum, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.

Dalam penerapannya, Satreskrim Polres Pasbar tetap berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan dan persyaratan yang berlaku. Tidak semua perkara dapat diselesaikan melalui mekanisme RJ karena harus melalui penilaian terhadap jenis tindak pidana, ketentuan hukum, fakta peristiwa, serta terpenuhi atau tidaknya persyaratan yang ditentukan. Prinsip kehati-hatian menjadi penting agar pendekatan keadilan restoratif tidak disalahgunakan dan tetap berada dalam koridor hukum.

Kasat Reskrim Iptu A. Agung Ngurah Santa Subarata juga menekankan bahwa proses perdamaian harus berlangsung secara sukarela, tanpa intimidasi, ancaman, ataupun tekanan terhadap korban maupun pihak lainnya. Apabila terdapat kerugian yang harus dipulihkan, bentuk pertanggungjawabannya wajib disesuaikan dengan kesepakatan yang sah serta kondisi perkara. Perlindungan terhadap korban tetap menjadi perhatian utama dalam setiap tahapan penyelesaian.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto juga melalui Satreskrim memastikan bahwa penerapan Restorative Justice bukan berarti mengabaikan hak korban atau memberikan kebebasan kepada pelaku tanpa pertanggungjawaban. Sebaliknya, mekanisme tersebut harus mampu menghadirkan penyelesaian yang adil, proporsional, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Profesionalisme penyidik dalam menilai kelayakan perkara menjadi bagian penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Selain menjalankan penegakan hukum, Polres Pasbar terus mendorong pemahaman masyarakat mengenai prosedur, persyaratan, dan mekanisme pengawasan keadilan restoratif. Masyarakat perlu mengetahui bahwa perdamaian tidak otomatis menghentikan seluruh proses hukum, sebab penyelesaian melalui RJ hanya dapat dilakukan apabila memenuhi ketentuan yang berlaku. Melalui edukasi dan pelayanan yang terbuka, Satreskrim diharapkan semakin dekat dengan masyarakat sekaligus mampu mencegah berkembangnya konflik menjadi persoalan hukum yang lebih luas.

Komitmen Kapolres AKBP Agung Tribawanto bersama Satreskrim Polres Pasaman Barat tersebut menjadi bagian dari upaya membangun penegakan hukum yang tidak hanya tegas, tetapi juga mengedepankan nilai kemanusiaan, perlindungan korban, dan kepastian hukum. Dengan mengutamakan profesionalisme, integritas, serta tanggung jawab, Polres Pasbar diharapkan terus memperkuat kepercayaan publik dan menghadirkan pelayanan kepolisian yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

POLRI BERSAMA MASYARAKAT.

TIM RMO


Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi