ZONA INTEGRITAS

Berita

Peristiwa

Showbiz

Ad Placement

Foto

Video

Kamis, 15 Oktober 2026

AKBP Agung Tribawanto Pimpin Sertijab Kasat Polairud, Kapolsek Talamau, dan Pelantikan Kasiwas Polres Pasbar

POLRES PASAMAN BARAT | Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., M.H., memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) Kepala Satuan Polisi Perairan dan Udara (Kasat Polairud), Kapolsek Talamau, serta pelantikan Kepala Seksi Pengawasan (Kasiwas) Polres Pasaman Barat. Kegiatan berlangsung di Lapangan Apel Mako Polres Pasaman Barat, Sumatera Barat, Kamis (15/10/2026) pagi.

Pergantian jabatan tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri untuk memperkuat kinerja satuan, meningkatkan profesionalisme personel, serta mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat. Pelaksanaan sertijab dan pelantikan ini berdasarkan Surat Telegram Kapolda Sumatera Barat Nomor ST/752/IX/KEP/2026 tertanggal 28 September 2026.

Dalam rotasi tersebut, Iptu Afjon yang mendapat penugasan di Direktorat Polairud Polda Sumatera Barat menyerahkan jabatan Kasat Polairud Polres Pasaman Barat kepada Iptu Fifriki Candra. Penugasan baru itu menjadi amanah bagi Iptu Fifriki Candra untuk melanjutkan pelaksanaan tugas satuan dalam menjaga keamanan wilayah perairan dan menjalankan fungsi kepolisian sesuai kewenangan.

Sebelum dipercaya menjabat Kasat Polairud, Iptu Fifriki Candra mengemban tugas sebagai Kapolsek Talamau. Peralihan jabatan tersebut sekaligus menandai pergantian kepemimpinan di Polsek Talamau guna menjaga kesinambungan pelayanan, pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, serta koordinasi dengan unsur terkait di wilayah setempat.

Jabatan Kapolsek Talamau selanjutnya diserahterimakan kepada AKP Hidayanda Rizki, yang sebelumnya menjabat Paur Subbagminopsnal Bagbinopsnal Ditbinmas Polda Sumatera Barat. Dengan penugasan tersebut, AKP Hidayanda Rizki diharapkan segera beradaptasi dan memahami karakteristik wilayah, sekaligus memperkuat upaya menjaga situasi kamtibmas yang kondusif.

Pada kesempatan yang sama, AKP Zulfikar dilantik sebagai Kasiwas Polres Pasaman Barat untuk mengisi jabatan yang sebelumnya dijabat AKP Evo Nosara (almh). Fungsi pengawasan internal memiliki peran penting dalam mendukung kepatuhan terhadap aturan, prosedur, dan standar operasional, serta memperkuat disiplin dan akuntabilitas personel.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto menekankan bahwa pergantian jabatan merupakan bagian dari pembinaan organisasi dan pengembangan karier personel. Setiap pejabat yang menerima amanah baru diharapkan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, serta mengedepankan profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas.

Kapolres juga berharap para pejabat segera menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja masing-masing, membangun koordinasi yang solid, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, kesinambungan tugas kepolisian membutuhkan kepemimpinan yang bertanggung jawab dan kemampuan personel untuk merespons kebutuhan masyarakat secara tepat.

Bagi Iptu Fifriki Candra, jabatan Kasat Polairud menuntut kesiapan memimpin personel dan menjalankan fungsi satuan secara profesional. Sementara itu, AKP Hidayanda Rizki diharapkan mampu memperkuat pelayanan kepolisian di wilayah Talamau, sedangkan AKP Zulfikar diharapkan mendukung pelaksanaan pengawasan internal yang objektif dan sesuai ketentuan.

Upacara sertijab dan pelantikan tersebut turut dihadiri para kepala bagian (Kabag), kepala satuan (Kasat), kepala seksi (Kasi), Kapolsek jajaran Polres Pasaman Barat, Ketua Bhayangkari Cabang Pasaman Barat beserta pengurus, serta personel Polres dan Polsek jajaran.

Pergantian jabatan ini diharapkan memperkuat soliditas organisasi Polres Pasaman Barat dalam menjalankan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, serta pelayanan publik. Kepercayaan masyarakat perlu terus dijaga melalui sikap profesional, transparan, humanis, dan berkeadilan dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Di bawah kepemimpinan AKBP Agung Tribawanto, Polres Pasaman Barat diharapkan terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat. Seluruh pejabat dan personel diharapkan menjalankan tugas sesuai tanggung jawab masing-masing demi terciptanya situasi keamanan yang kondusif di Kabupaten Pasaman Barat.

POLRI BERSAMA MASYARAKAT

TIM RMO

Musala Darul Agung Resmi Berdiri di Mako Polsek Pasaman, Pembinaan Spiritual Personel Diperkuat

POLRES PASAMAN BARAT | Kehadiran rumah ibadah di lingkungan kepolisian bukan sekadar pelengkap fasilitas kantor, melainkan ruang untuk menumbuhkan ketenangan batin, memperkuat keimanan, serta mengingatkan setiap personel akan pentingnya menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab. Semangat tersebut mewarnai peresmian Musala Darul Agung di Markas Komando (Mako) Polsek Pasaman, Polres Pasaman Barat, Sumatera Barat, yang diresmikan langsung oleh Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., M.H., pada Rabu (14/10/2026). Peresmian ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan mental dan rohani personel agar nilai keagamaan dapat berjalan seiring dengan pelaksanaan tugas kepolisian.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Pasaman Barat menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mengambil bagian dalam pembangunan Musala Darul Agung, terutama jajaran Polsek Pasaman serta para donatur yang memberikan dukungan. Menurutnya, terwujudnya fasilitas ibadah tersebut merupakan hasil kontribusi dan kepedulian bersama. Dukungan berbagai pihak menunjukkan bahwa semangat kebersamaan masih menjadi kekuatan penting dalam membangun lingkungan kerja yang tidak hanya mengutamakan pelaksanaan tugas, tetapi juga memperhatikan kebutuhan spiritual personel.
AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa keberadaan Musala Darul Agung di lingkungan Mako Polsek Pasaman diharapkan memberikan manfaat nyata bagi anggota dalam menjalankan ibadah di sela-sela kesibukan kedinasan. Fasilitas tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa tugas sebagai anggota Polri tidak hanya menuntut kesiapan fisik dan profesionalitas, tetapi juga memerlukan kematangan mental, pengendalian diri, serta landasan moral yang kuat. Dengan demikian, pembinaan rohani diharapkan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter personel yang disiplin, bertanggung jawab, dan mampu menghadapi berbagai tantangan pelayanan masyarakat.

Kapolres juga mengharapkan agar musala tersebut tidak hanya dimanfaatkan sebagai tempat menunaikan kewajiban ibadah, tetapi turut menjadi sarana memperdalam nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Keimanan, menurut pesan yang disampaikan dalam kegiatan itu, perlu tercermin melalui perilaku nyata, mulai dari kejujuran dalam menjalankan tugas, kedisiplinan menaati aturan, sikap menghormati sesama, hingga kesediaan memberikan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan. Nilai-nilai tersebut menjadi penting agar kehadiran kepolisian benar-benar dirasakan sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Lebih jauh, pembinaan spiritual di lingkungan kepolisian diharapkan mampu memperkuat sikap humanis personel ketika berhadapan dengan masyarakat dari berbagai latar belakang dan persoalan. Anggota Polri dituntut tidak hanya memahami prosedur serta ketentuan hukum, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, kesabaran, dan kemampuan berkomunikasi secara baik. Pelayanan yang dilaksanakan dengan hati nurani, tetap berpedoman pada hukum, serta menjunjung tinggi keadilan merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan publik. Dalam konteks tersebut, Musala Darul Agung diharapkan menjadi salah satu ruang untuk menumbuhkan refleksi diri dan memperkuat komitmen pengabdian.

Rangkaian peresmian berlangsung dengan sejumlah kegiatan keagamaan, diawali penyampaian sepatah kata oleh tokoh agama, kemudian dilanjutkan ceramah agama oleh ustaz dan doa bersama. Suasana tersebut memberikan ruang bagi para peserta untuk merenungkan makna pembangunan rumah ibadah serta pentingnya menjaga nilai kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan keagamaan itu juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara pihak-pihak yang hadir sekaligus meneguhkan harapan agar fasilitas yang telah dibangun dapat dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Dalam tausiah yang disampaikan, pembangunan rumah ibadah diingatkan sebagai bentuk amal jariah yang diharapkan mendatangkan pahala bagi mereka yang berkontribusi dengan niat tulus. Sumbangsih tidak semata-mata dinilai dari besarnya materi yang diberikan, tetapi juga dapat berupa tenaga, pemikiran, perhatian, serta dukungan sesuai kemampuan masing-masing. Pesan tersebut selaras dengan semangat gotong royong yang mengiringi pembangunan Musala Darul Agung, sekaligus mengajak seluruh pihak untuk terus menumbuhkan kepedulian terhadap kegiatan keagamaan dan kepentingan bersama.

Prosesi peresmian kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan plakat Musala Darul Agung oleh Kapolres Pasaman Barat, yang diikuti rombongan, serta pemotongan pita sebagai tanda diresmikannya fasilitas ibadah tersebut. Prosesi itu menandai dimulainya pemanfaatan musala sebagai bagian dari sarana pendukung kegiatan keagamaan di lingkungan Mako Polsek Pasaman. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan tidak berhenti pada seremoni peresmian, tetapi benar-benar diikuti pemanfaatan secara rutin, pemeliharaan yang baik, serta kegiatan pembinaan rohani yang memberikan dampak positif bagi personel.

Peresmian Musala Darul Agung juga membawa pesan bahwa membangun institusi kepolisian yang profesional perlu ditopang oleh pembentukan karakter dan budaya kerja yang sehat. Integritas bukan hanya terlihat dari kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga dari konsistensi antara ucapan dan tindakan, keberanian menolak penyimpangan, serta kesungguhan dalam melayani masyarakat tanpa membeda-bedakan. Karena itu, nilai keagamaan diharapkan dapat menjadi salah satu landasan moral yang memperkuat pelaksanaan tugas, tanpa mengesampingkan profesionalitas, akuntabilitas, dan kewajiban setiap anggota untuk bertindak sesuai ketentuan hukum.

Dengan diresmikannya Musala Darul Agung di Mako Polsek Pasaman, Polres Pasaman Barat berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai tempat ibadah sekaligus sarana memperkuat mental, rohani, dan moral personel. Dukungan jajaran kepolisian, tokoh agama, dan para donatur menjadi bagian dari kebersamaan yang patut dijaga melalui perawatan serta pemanfaatan musala secara berkesinambungan. Semangat yang dibangun melalui kegiatan ini diharapkan tercermin dalam pelayanan yang semakin tulus, sikap yang semakin humanis, dan pelaksanaan tugas yang semakin bertanggung jawab. Pada akhirnya, penguatan keimanan dan integritas harus berjalan beriringan dengan komitmen POLRI BERSAMA MASYARAKAT, demi menghadirkan kepolisian yang dipercaya, melindungi, mengayomi, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Pasaman Barat.

TIM RMO

Selasa, 13 Oktober 2026

Ditlantas Polda Sumbar, Kebersamaan Pimpinan dan Anggota Menjadi Energi Positif dalam Menjalankan Tugas

DITLANTAS POLDA SUMBAR | Suasana penuh keakraban terlihat dalam dokumentasi perayaan ulang tahun Komandan di lingkungan Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat. Rangkaian foto memperlihatkan kebersamaan personel, pemberian ucapan selamat, serta prosesi pemotongan kue yang berlangsung dalam suasana hangat pada Senin, 12 Oktober 2026.

Momen tersebut menghadirkan gambaran sisi humanis kehidupan di lingkungan kepolisian. Di balik seragam dan tanggung jawab kedinasan, hubungan kekeluargaan tetap menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi, memperkuat kebersamaan, serta menjaga suasana kerja yang kondusif.

Dalam dokumentasi yang tersedia, tampak sejumlah personel berkumpul untuk memberikan ucapan kepada Komandan yang sedang merayakan hari ulang tahun. Dekorasi bernuansa biru dan putih serta suasana penuh senyum menjadi bagian dari rangkaian kegiatan tersebut.

Kebersamaan juga terlihat ketika seorang perempuan mendampingi prosesi pemotongan kue. Momen ini memperlihatkan suasana akrab yang menjadi bagian dari perayaan, sekaligus menggambarkan pentingnya penghargaan dan perhatian di lingkungan kerja.

Bagi institusi kepolisian, soliditas bukan hanya tentang keseragaman dalam menjalankan tugas. Soliditas juga menyangkut kemampuan membangun komunikasi yang baik, menghormati satu sama lain, serta menjaga komitmen bersama dalam menjalankan amanah pelayanan publik.

Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq menjadi figur pimpinan yang perlu ditempatkan dalam konteks tanggung jawab organisasi dan pelayanan lalu lintas. Namun, keterlibatan langsung beliau dalam acara pada foto perlu dipastikan melalui keterangan resmi penyelenggara sebelum diberitakan sebagai fakta.

Direktorat Lalu Lintas memiliki tanggung jawab besar dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas. Pekerjaan tersebut menuntut koordinasi antarpersonel, penguasaan tugas, serta kemampuan menghadapi berbagai persoalan yang terjadi di jalan raya.

Di tengah tingginya aktivitas masyarakat, personel Polantas harus mampu hadir dengan pendekatan yang profesional dan humanis. Pengaturan lalu lintas, penanganan kecelakaan, edukasi keselamatan berkendara, serta penegakan hukum membutuhkan sikap tegas yang tetap mengedepankan pelayanan.

Karena itu, kebersamaan di lingkungan internal semestinya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Nilai kekeluargaan perlu diwujudkan dalam kerja sama yang nyata, kedisiplinan, kepatuhan terhadap prosedur, dan kesediaan membantu rekan ketika menghadapi tantangan tugas.

Hubungan yang baik antara pimpinan dan anggota juga berperan dalam membangun iklim kerja yang sehat. Komunikasi terbuka, arahan yang jelas, serta keteladanan dalam bertindak menjadi unsur penting untuk menjaga profesionalisme organisasi.

Di sisi lain, masyarakat tetap menjadi orientasi utama pelayanan kepolisian. Keberhasilan jajaran lalu lintas tidak cukup diukur dari kegiatan internal, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan rasa aman, memberikan informasi yang jelas, serta menangani persoalan masyarakat secara cepat dan bertanggung jawab.

Keselamatan berkendara merupakan salah satu tantangan yang terus membutuhkan perhatian. Kepatuhan terhadap rambu lalu lintas, penggunaan helm berstandar, pemakaian sabuk keselamatan, dan larangan menggunakan telepon genggam ketika mengemudi harus terus disosialisasikan kepada masyarakat.

Penegakan hukum juga perlu dilaksanakan secara profesional, proporsional, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Konsistensi dalam menjalankan aturan menjadi bagian penting untuk membangun kepercayaan publik sekaligus menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas.

Dalam konteks tersebut, soliditas personel Ditlantas Polda Sumbar mempunyai arti strategis. Setiap anggota perlu memahami tugas dan kewenangannya, menjaga integritas, serta menghindari tindakan yang dapat merugikan masyarakat maupun mencederai kepercayaan terhadap institusi.

Perayaan ulang tahun Komandan sebagaimana tergambar dalam foto dapat menjadi pengingat bahwa penghargaan terhadap sesama merupakan bagian dari kehidupan organisasi. Suasana kekeluargaan yang positif diharapkan mendukung semangat bekerja dan meningkatkan kepedulian antarpersonel.

Namun, profesionalisme tetap menjadi ukuran utama pengabdian. Setiap kegiatan internal hendaknya berjalan seimbang dengan pelaksanaan tugas di lapangan, terutama dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat pengguna jalan.

Bagi jajaran Polantas, tantangan ke depan membutuhkan kesiapan sumber daya manusia, kemampuan beradaptasi, dan pendekatan pelayanan yang semakin responsif. Masyarakat membutuhkan petugas yang tidak hanya memahami aturan, tetapi juga mampu memberikan penjelasan secara santun dan bertindak secara adil.

Kekompakan organisasi juga harus tercermin melalui sikap sederhana dalam keseharian. Menghormati masyarakat, membantu pengguna jalan yang mengalami kesulitan, serta memberikan pelayanan tanpa diskriminasi merupakan bentuk pengabdian yang dapat dirasakan secara langsung.

Momentum kebersamaan seperti ini pada akhirnya memperoleh makna lebih luas ketika menjadi dorongan untuk memperkuat integritas dan tanggung jawab. Hubungan yang harmonis di internal kepolisian perlu berjalan seiring dengan keterbukaan terhadap evaluasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Dengan semangat kebersamaan, jajaran lalu lintas diharapkan terus menjaga komitmen terhadap keselamatan dan ketertiban di jalan raya. Setiap personel memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan masyarakat melalui tindakan yang profesional, humanis, dan dapat dipertanggungjawabkan.

POLRI BERSAMA MASYARAKAT. Kebersamaan, disiplin, dan integritas harus terus menjadi landasan pengabdian Polantas dalam menghadirkan pelayanan yang aman, tertib, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

TIM RMO

TMMD/N Reguler ke-130 Resmi Dibuka Wali Kota Riyanda Putra di Lapangan Bola Talawai, Sawahlunto, Perkuat Sinergi TNI dan Masyarakat

TMMD/N Reguler ke-130 Resmi Dibuka Wali Kota Riyanda Putra di Lapangan Bola Talawai, Sawahlunto, Perkuat Sinergi TNI dan Masyarakat

Dansatgas Letkol Inf Dicky Sakti Maulana Pimpin Pelaksanaan TMMD/N ke-130 di Kecamatan Talawi, Sawahlunto, Fokus Pembangunan Fisik dan Nonfisik

SAWAHLUNTO — Semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan rakyat kembali menjadi perhatian melalui pembukaan program TNI Manunggal Membangun Desa/Nagari (TMMD/N) Reguler ke-130 di Lapangan Bola Talawai, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Selasa (13/10/2026). Program ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat kolaborasi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk mendorong percepatan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan warga di wilayah pedesaan.

Pembukaan TMMD/N Reguler ke-130 berlangsung melalui upacara resmi yang dihadiri jajaran TNI, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta warga setempat. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menjawab kebutuhan pembangunan di tengah masyarakat.

Program TMMD/N bukan sekadar agenda pembangunan rutin. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan antara prajurit TNI dan masyarakat untuk membangun wilayah, memperkuat kepedulian sosial, serta menumbuhkan semangat gotong royong yang menjadi bagian penting kehidupan masyarakat Indonesia.

Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra, S.IP., dalam sambutannya menegaskan bahwa TMMD merupakan salah satu bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Menurutnya, sinergi antara TNI dan pemerintah daerah memiliki peran penting dalam mempercepat pembangunan, khususnya di wilayah pedesaan yang membutuhkan dukungan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.

“Program TMMD merupakan salah satu bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat, sekaligus wujud sinergi antara pemerintah daerah dengan jajaran TNI dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan,” ujar Riyanda Putra.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah daerah memiliki peran dalam mendukung kebijakan dan kebutuhan pembangunan, sementara TNI turut berkontribusi melalui pelaksanaan program terpadu yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Dansatgas TMMD/N Reguler ke-130, Letkol Inf Dicky Sakti Maulana, S.Hub.Int., menjelaskan bahwa pelaksanaan TMMD mencakup pembangunan fisik dan nonfisik. Kedua aspek tersebut dirancang untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, tidak hanya melalui perbaikan sarana dan prasarana, tetapi juga melalui penguatan kehidupan sosial kemasyarakatan.

Pada sektor fisik, kegiatan TMMD/N dapat mencakup pembangunan maupun peningkatan infrastruktur, seperti jalan, jembatan, sarana ibadah, dan fasilitas pendidikan sesuai dengan sasaran program. Infrastruktur yang memadai diharapkan dapat membantu memperlancar mobilitas warga, mendukung akses terhadap pelayanan dasar, serta menunjang aktivitas ekonomi masyarakat.

Pembangunan infrastruktur memiliki arti penting bagi masyarakat pedesaan. Akses jalan yang baik, misalnya, dapat membantu memperlancar distribusi hasil pertanian dan usaha warga. Sementara itu, sarana umum yang layak dapat mendukung aktivitas sosial, pendidikan, dan keagamaan di lingkungan masyarakat.

Namun, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari hasil pekerjaan fisik. Aspek nonfisik juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan TMMD/N, karena pembangunan yang berkelanjutan membutuhkan masyarakat yang memiliki kepedulian sosial, kesadaran bersama, serta kemampuan untuk menjaga dan memanfaatkan fasilitas yang telah dibangun.

Melalui kegiatan nonfisik, program TMMD/N diarahkan untuk menyentuh berbagai aspek kehidupan sosial, budaya, dan kemasyarakatan. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat hubungan antarwarga sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa pembangunan merupakan tanggung jawab bersama.

Letkol Inf Dicky Sakti Maulana juga menekankan pentingnya dukungan masyarakat dalam menyukseskan program tersebut. Partisipasi warga menjadi salah satu faktor penting karena masyarakat merupakan penerima manfaat langsung dari hasil pembangunan yang dilaksanakan di wilayah sasaran TMMD/N.

Keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan juga dapat memperkuat rasa memiliki terhadap fasilitas yang tersedia. Dengan demikian, hasil program tidak hanya dimanfaatkan selama kegiatan berlangsung, tetapi diharapkan dapat dirawat dan dijaga bersama agar manfaatnya bertahan dalam jangka panjang.

Sinergi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam pelaksanaan TMMD/N Reguler ke-130. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menyatukan kebutuhan di lapangan dengan dukungan lintas sektor, sehingga sasaran pembangunan dapat memberikan dampak nyata bagi kehidupan warga.

Bagi Kota Sawahlunto, pelaksanaan program ini menjadi bagian dari upaya mendorong pembangunan yang menjangkau masyarakat hingga wilayah pedesaan. Peningkatan infrastruktur dan penguatan kehidupan sosial diharapkan dapat membuka peluang bagi aktivitas ekonomi, memperbaiki akses masyarakat, serta mendukung peningkatan kualitas hidup warga.

Meski demikian, keberhasilan TMMD/N pada akhirnya perlu dilihat dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat, baik melalui hasil pembangunan fisik maupun dampak kegiatan nonfisik. Dukungan pemerintah daerah, pelaksanaan tugas yang terarah, serta partisipasi aktif warga akan menjadi unsur penting dalam mewujudkan tujuan tersebut.

Dengan resmi dibukanya TMMD/N Reguler ke-130 di Lapangan Bola Talawai, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, diharapkan semangat gotong royong semakin kuat dan hubungan TNI dengan masyarakat semakin erat. Program ini diharapkan tidak hanya menghasilkan pembangunan yang bermanfaat, tetapi juga meninggalkan semangat kebersamaan dalam membangun daerah menuju Sawahlunto yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing.

TNI MANUNGGAL BERSAMA RAKYAT, MEMBANGUN NAGARI UNTUK KEMAJUAN NEGERI.

Minggu, 11 Oktober 2026

Kapolres AKBP Agung Tribawanto Tegaskan Penegakan Hukum, Satreskrim Polres Pasbar Ungkap Pencurian Komponen Excavator Rp50 Juta

Kapolres AKBP Agung Tribawanto Tegaskan Penegakan Hukum, Satreskrim Polres Pasbar Ungkap Pencurian Komponen Excavator Rp50 Juta

PASAMAN BARAT | Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pasaman Barat berhasil mengamankan seorang pemuda berinisial YA (22), yang diduga terlibat dalam pencurian panel dan komponen elektrik komputer pada alat berat jenis excavator. Penangkapan tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan kehilangan milik seorang warga di wilayah Kecamatan Gunung Tuleh, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Minggu (11/10/2026).

Pengungkapan perkara ini berada dalam penanganan Polres Pasaman Barat di bawah kepemimpinan Kapolres AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., M.H. Melalui jajaran Satreskrim, kepolisian melakukan penelusuran terhadap dugaan tindak pidana tersebut hingga memperoleh informasi mengenai keberadaan orang yang dicurigai terlibat.

Kasat Reskrim Polres Pasaman Barat, Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata, S.Tr.K., membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan YA. Penjelasan tersebut disampaikan sebagai bagian dari perkembangan penanganan perkara yang kini berlanjut pada proses penyidikan untuk mendalami peristiwa dan peran terduga pelaku.

Kasus ini bermula pada Sabtu (10/10/2026), sekitar pukul 11.58 WIB, di Jorong Kartini Labuah Baru, Nagari Muara Kiawai, Kecamatan Gunung Tuleh. Saat memeriksa excavator miliknya yang terparkir di ruas jalan kawasan tersebut, korban Handro Donal mendapati panel dan komponen elektrik alat berat yang sebelumnya terpasang telah hilang dari tempatnya.

Kehilangan dua komponen tersebut mendorong korban melaporkan kejadian itu ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Pasaman Barat. Laporan tersebut kemudian menjadi dasar bagi petugas untuk melakukan penyelidikan, mengumpulkan informasi awal, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi guna menelusuri kemungkinan pelaku dan keberadaan barang yang hilang.

Dari hasil penelusuran awal, petugas memperoleh informasi bahwa barang yang diduga berkaitan dengan pencurian tersebut hendak dijual kepada seseorang di kawasan Kecamatan Luhak Nan Duo. Informasi itu selanjutnya ditindaklanjuti oleh Tim Opsnal Satreskrim yang dipimpin Ipda Algino Ganaro untuk melacak keberadaan YA.

Pencarian mengarah ke sebuah rumah kontrakan di RT 05 Ophir Barat, Nagari Ophir, Kecamatan Luhak Nan Duo. Di lokasi tersebut, petugas mengamankan YA pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Penangkapan berlangsung tanpa perlawanan, sementara proses penyelidikan dan pemeriksaan terhadap terduga pelaku dilanjutkan oleh penyidik.

Dalam pemeriksaan awal, YA disebut mengakui perbuatannya. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit panel excavator dan satu komponen elektrik excavator yang diduga berkaitan dengan perkara tersebut. Meski demikian, pembuktian mengenai tindak pidana dan pertanggungjawaban pelaku tetap menjadi bagian dari proses hukum yang harus dilakukan sesuai ketentuan perundang-undangan.

Akibat kejadian itu, korban diperkirakan mengalami kerugian materiil mencapai Rp50 juta. Nilai kerugian tersebut menjadi salah satu unsur yang perlu didalami dalam penyidikan, termasuk memastikan keterkaitan barang bukti dengan laporan korban serta melengkapi keterangan saksi dan bukti pendukung lainnya.

Saat ini, YA bersama barang bukti telah dibawa ke Mapolres Pasaman Barat untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Penanganan perkara tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan ketentuan hukum yang berlaku. Polres Pasaman Barat mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada kepolisian apabila mengetahui tindak pidana atau menemukan informasi yang relevan, sehingga keamanan lingkungan dan perlindungan terhadap harta benda masyarakat dapat terus dijaga.

POLRI BERSAMA MASYARAKAT

TIM RMO

Jumat, 09 Oktober 2026

Empat Pendulang Emas Tewas Tertimbun Longsor di Solok Selatan, Kapolres AKBP Andreanaldo Ademi Tegaskan Penindakan PETI

Empat Pendulang Emas Tewas Tertimbun Longsor di Solok Selatan, Kapolres AKBP Andreanaldo Ademi Tegaskan Penindakan PETI

POLRES SOLOK SELATAN | Dini hari yang seharusnya menjadi waktu beristirahat berubah menjadi tragedi bagi empat warga Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. Di kawasan Sungai Paik Hulu, Pamong Gadang, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir, Selasa (6/10/2026), tanah dan bebatuan dari tebing yang terjal tiba-tiba runtuh, menimbun empat pendulang emas tradisional yang tengah mencari nafkah. Upaya pertolongan tidak mampu menyelamatkan nyawa mereka. Empat orang meninggal dunia, meninggalkan duka bagi keluarga sekaligus peringatan serius tentang keselamatan di lokasi penggalian emas.

Kapolres Solok Selatan AKBP Andreanaldo Ademi membenarkan peristiwa tersebut. Berdasarkan keterangan yang disampaikannya, longsor terjadi sekitar pukul 01.00 WIB ketika para korban sedang mengambil material di kawasan tebing. Tanpa banyak waktu untuk menyelamatkan diri, keempat pekerja tertimbun material tanah bercampur batu yang runtuh dari bagian tebing.

Pekerja lain yang berada di sekitar lokasi sempat berupaya memberikan pertolongan. Namun, tebalnya timbunan material dan kondisi medan menyulitkan proses penyelamatan. Lokasi penambangan yang berada jauh di dalam kawasan hutan juga menjadi tantangan tersendiri. Para korban akhirnya berhasil dievakuasi oleh sesama pendulang sekitar pukul 05.00 WIB, kemudian dibawa ke rumah duka masing-masing.

Empat korban yang meninggal dunia merupakan warga setempat. Mereka adalah Defriadi (40), warga Jorong Kampuang Dalam, Nagari Lubuk Gadang Utara; Rafli (35), warga Jorong Sariak Taba, Nagari Lubuk Gadang; serta Dani (25) dan Zul Fatrianto (35), warga Jorong Sungai Aro, Nagari Lubuk Gadang Timur. Seluruhnya berasal dari Kecamatan Sangir, Kabupaten Solok Selatan. Di balik nama-nama tersebut, ada keluarga yang kehilangan anggota keluarga dan masyarakat yang harus menerima kenyataan pahit akibat musibah tersebut.

Bagi warga yang menggantungkan penghasilan pada pencarian emas, kawasan penggalian menjadi tempat mencari nafkah. Namun, ketika aktivitas berlangsung di tebing curam tanpa pengamanan memadai, risiko keselamatan dapat berubah menjadi ancaman mematikan. Dalam kejadian ini, material yang menimbun para korban disebut berasal dari hasil galian pendulang selama mencari emas secara tradisional. Penggalian pada bagian bawah perbukitan berpotensi mengganggu kestabilan tanah, meskipun penyebab teknis longsor tetap memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Tragedi di Sungai Paik Hulu pun menempatkan persoalan keselamatan pendulang dan aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) dalam sorotan. Persoalannya bukan semata-mata bagaimana emas diperoleh, melainkan juga bagaimana risiko terhadap manusia dan lingkungan dapat dicegah. Lokasi terpencil, akses pertolongan yang sulit, serta kondisi tanah dan tebing yang berpotensi tidak stabil merupakan faktor yang perlu mendapat perhatian serius sebelum korban berikutnya berjatuhan.

Kapolres Solok Selatan AKBP Andreanaldo Ademi menegaskan bahwa jajarannya selama ini melakukan penertiban terhadap aktivitas PETI di wilayah hukumnya. Ia mengakui bahwa lokasi penambangan yang tersembunyi dan sulit dijangkau menjadi tantangan dalam penegakan hukum. Meski demikian, kepolisian menyatakan tetap menjalankan tindakan terhadap aktivitas yang diduga melanggar hukum, termasuk pembakaran pondok tambang liar dan penyitaan peralatan kerja.

Hingga Oktober 2026, kepolisian setempat menyebut telah melakukan razia di belasan lokasi yang diduga menjadi tempat praktik penambangan emas ilegal. Kapolres menegaskan komitmen untuk melanjutkan penegakan hukum terhadap aktivitas pertambangan tanpa izin. Langkah ini penting, tetapi pencegahan juga membutuhkan perhatian berkelanjutan, terutama terhadap lokasi berbahaya yang berpotensi mengancam jiwa. Penanganan yang efektif perlu didukung informasi lapangan, pengawasan, serta koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Di sinilah semangat “POLRI BERSAMA MASYARAKAT” harus hadir dalam tindakan nyata. Masyarakat dapat membantu mencegah tragedi serupa dengan melaporkan aktivitas penggalian yang mencurigakan atau kondisi tebing yang membahayakan kepada aparat dan pemerintah setempat. Informasi warga perlu ditindaklanjuti secara profesional, sementara upaya penertiban harus mengutamakan keselamatan, kepastian hukum, dan perlindungan masyarakat. Kerja sama tersebut bukan untuk menyudutkan warga yang mencari nafkah, melainkan untuk mencegah aktivitas berbahaya dan mengurangi risiko kehilangan nyawa.

Tragedi yang menewaskan Defriadi, Rafli, Dani, dan Zul Fatrianto menjadi pengingat bahwa keselamatan manusia tidak boleh ditempatkan di bawah kepentingan memperoleh hasil tambang. Penegakan hukum terhadap PETI, edukasi mengenai bahaya penggalian, pengawasan lokasi rawan, dan kepedulian masyarakat perlu berjalan beriringan. Kapolres Solok Selatan AKBP Andreanaldo Ademi bersama jajarannya menghadapi tantangan penertiban di medan yang sulit, sementara dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan. POLRI BERSAMA MASYARAKAT harus diwujudkan melalui kerja sama yang melindungi kehidupan, menjaga lingkungan, dan mencegah keluarga lain mengalami duka serupa.

TIM RMO

Senin, 05 Oktober 2026

HUT TNI di Tengah Kabut Asap, Kasdam XXII/Tambun Bungai Tegaskan Semangat Pengabdian Tak Surut

PALANGKA RAYA | Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Kalimantan Tengah berlangsung dalam suasana sederhana. Di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan, semangat pengabdian prajurit justru tetap terlihat kuat.Suasana peringatan HUT TNI kali ini menjadi gambaran bahwa tugas pengabdian tidak berhenti hanya karena kondisi di lapangan menghadapi berbagai tantangan.Kasdam XXII/Tambun Bungai, Brigjen TNI Sugiyono, hadir dalam rangkaian peringatan tersebut. Kehadirannya sekaligus memperlihatkan komitmen jajaran Kodam XXII/Tambun Bungai dalam menjaga soliditas dan sinergi bersama berbagai unsur di Kalimantan Tengah.

Di tengah kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah, prajurit TNI tetap menjalankan tugas. Mereka bersinergi dengan Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan yang membutuhkan kehadiran aparat di lapangan.

Kasdam Hadir di Tengah Prajurit

Peringatan HUT TNI tidak hanya dimaknai sebagai seremoni tahunan. Momentum tersebut menjadi pengingat bagi setiap prajurit untuk terus menjaga profesionalisme sekaligus memperkuat kedekatan dengan masyarakat.

Kasdam XXII/Tambun Bungai menjadi salah satu sosok yang hadir dalam momentum tersebut. Kebersamaan dengan prajurit dan unsur terkait menunjukkan bahwa semangat pengabdian harus tetap dijaga dalam kondisi apa pun.

Sinergi TNI dan Polri juga menjadi bagian penting dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Kalimantan Tengah.

Keduanya tidak hanya bersinergi dalam kegiatan seremonial, tetapi juga dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul di tengah masyarakat.

Pengabdian Tak Terhenti oleh Kabut Asap

Kondisi kabut asap akibat karhutla menjadi salah satu tantangan yang dihadapi masyarakat Kalimantan Tengah.

Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah para prajurit dalam menjalankan tugas.

Di tengah kabut asap, semangat pengabdian tidak ikut meredup.

TNI tetap hadir bersama rakyat. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk menjaga keamanan, membantu masyarakat, sekaligus mendukung pemerintah dalam menghadapi berbagai situasi di daerah.

Peringatan HUT TNI akhirnya bukan sekadar tentang bertambahnya usia institusi.

Lebih dari itu, momentum ini menjadi pengingat bahwa kekuatan TNI tumbuh dari rakyat, bersama rakyat, dan diabdikan untuk kepentingan bangsa dan negara.

Dari Kalimantan Tengah, semangat pengabdian itu terus menyala.

TNI kuat bersama rakyat.

Bersinergi untuk Indonesia.


Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi