ZONA INTEGRITAS

Berita

Peristiwa

Showbiz

Ad Placement

Foto

Video

Rabu, 08 Juli 2026

Pangdam XXII/TB Pimpin Sidang Pantukhir Penerimaan Cata PK TNI AD Gelombang II TA 2026

Banjarbaru | Pangdam XXII/TB Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc., memimpin Sidang Pantukhir Penerimaan Calon Tamtama Prajurit Karier (Cata PK) TNI AD Gelombang II Tahun Anggaran 2026 tingkat Sub Panitia Pusat (Sub Panpus) Kodam XXII/TB yang berlangsung di Aula Mako Rindam XXII/TB, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Selasa (7/7/2026).

Sidang Pantukhir merupakan tahapan akhir seleksi tingkat Sub Panpus untuk menentukan calon prajurit yang memenuhi syarat melanjutkan proses penerimaan. Calon siswa tamtama mengikuti sidang tersebut setelah melalui serangkaian tahapan seleksi administrasi, kesehatan, jasmani, mental ideologi, serta litpers.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danrindam XXII/TB Brigjen TNI Ali Akhwan, S.E., Aspers Kasdam XXII/TB Kolonel Arm Reno Triambodo, Pabadyarendiaga Spersdam XXII/TB Letkol Nori Aditya Prima, tim kesehatan, tim jasmani, serta tim pendukung penelitian personel yang menjadi bagian dari panitia seleksi.

Dalam arahannya, Pangdam XXII/TB Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc., selaku Ketua Sidang menegaskan bahwa seluruh proses seleksi harus dilaksanakan secara objektif, transparan, dan akuntabel dengan mengedepankan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis). Hal tersebut bertujuan untuk menghasilkan prajurit TNI AD yang berkualitas, memiliki integritas, serta siap mengabdi kepada bangsa dan negara.

Sesuai rencana, hasil Sidang Pantukhir tingkat Sub Panpus Kodam XXII/TB akan diumumkan pada 11 Juli 2026. Peserta yang dinyatakan lulus akan mengikuti pendidikan pertama di Secata Rindam XXII/TB sebagai awal pembentukan menjadi prajurit TNI Angkatan Darat yang profesional, tangguh, dan berkarakter.

TIM

Pangdam XXII/Tambun Bungai Hadiri Peresmian Waterfront City dan Panen Raya Padi di Kabupaten Kapuas

Kapuas | Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc., mendampingi Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, S.I.Kom., bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalimantan Tengah menghadiri Peresmian Kawasan Waterfront City Kapuas yang dirangkaikan dengan Panen Raya Padi dalam rangka mendukung ketahanan pangan di Kalimantan Tengah. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kabupaten Kapuas, Rabu (8/7/2026).

Peresmian Kawasan Waterfront City Kapuas ditandai dengan prosesi pemotongan pita oleh Gubernur Kalimantan Tengah yang didampingi Pangdam XXII/Tambun Bungai, Kapolda Kalimantan Tengah, dan Bupati Kapuas.

Kehadiran kawasan waterfront ini menjadi langkah strategis dalam mengembangkan tepian sungai sebagai ruang publik yang representatif, pusat aktivitas masyarakat, sekaligus destinasi wisata baru yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kapuas.

Usai peresmian, Pangdam XXII/Tambun Bungai bersama Gubernur Kalimantan Tengah dan jajaran Forkopimda meninjau lokasi Panen Raya Padi di Desa Terusan Mulya, Kecamatan Bataguh. Panen raya yang mencakup lahan seluas 25.817 hektare tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam XXII/Tambun Bungai menegaskan bahwa TNI AD melalui Kodam XXII/Tambun Bungai akan terus mendukung berbagai program strategis pemerintah, khususnya di bidang ketahanan pangan, pembangunan wilayah, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Kodam XXII/Tambun Bungai siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan ketahanan pangan yang kuat. Keberhasilan pembangunan dan swasembada pangan merupakan tanggung jawab bersama yang harus terus kita dukung demi kesejahteraan masyarakat," tegas Pangdam.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Provinsi Kalimantan Tengah, Forkopimda Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau, para kepala instansi vertikal, jajaran perangkat daerah, tokoh masyarakat, serta kelompok tani.

Selasa, 07 Juli 2026

Pangdam XXII/Tambun Bunga Hadiri Rakor Kesiapsiagaan Karhutla di Kalimantan Selatan

Banjarbaru | Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc., menghadiri Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026 yang dipimpin Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin, bertempat di Auditorium Gedung Idham Chalid, Kantor Gubernur Kalimantan Selatan. Senin (6/7/2026).

Rapat koordinasi yang diikuti sekitar 200 peserta tersebut dihadiri unsur Forkopimda, pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, BMKG, Basarnas, instansi terkait, serta perwakilan dunia usaha sebagai langkah memperkuat sinergi dalam menghadapi potensi bencana karhutla selama musim kemarau Tahun 2026.

Dalam penyampaiannya, Pangdam XXII/TB Mayjen TNI Zainul Arifin menegaskan bahwa kesiapsiagaan seluruh komponen harus terus ditingkatkan mengingat Kalimantan Selatan mulai memasuki musim kemarau. Upaya pencegahan menjadi prioritas utama melalui deteksi dini, patroli terpadu, sosialisasi kepada masyarakat, serta penguatan koordinasi lintas sektor.
Pangdam juga menyampaikan bahwa bantuan mobil pemadam kebakaran dari pemerintah pusat telah disiagakan di masing-masing Kodim sebagai bentuk dukungan terhadap kesiapan penanggulangan karhutla di wilayah. Keberadaan sarana tersebut diharapkan mampu mempercepat respons apabila terjadi kebakaran.

Selain itu, Pangdam mengimbau seluruh masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar karena berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan yang dapat menimbulkan kerugian bagi masyarakat, lingkungan, maupun perekonomian daerah.

Melalui rapat koordinasi ini diharapkan terbangun komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat sinergi, meningkatkan kesiapsiagaan, serta mengoptimalkan langkah-langkah pencegahan guna mewujudkan Kalimantan Selatan yang aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Pangdam XXII/Tambun Bungai Beri Pengarahan Peserta SPPI KDKMP, Tekankan Disiplin dan Bela Negara

Banjarbaru | Panglima Kodam (Pangdam) XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc., memberikan pengarahan kepada peserta SPPI KDKMP pada kegiatan Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial di Rindam XXII/Tambun Bungai, Banjarbaru, Selasa (7/7/2026).

Kegiatan pengarahan tersebut dihadiri Danrindam XXII/Tambun Bungai, Kabagdik Rindam XXII/Tambun Bungai, para Kabag, para Katim, para Dansatdik, para pelatih, pembina, serta seluruh peserta SPPI KDKMP Rindam XXII/Tambun Bungai.

Dalam arahannya, Pangdam XXII/Tambun Bungai menegaskan bahwa program yang sebelumnya dikenal sebagai Latihan Dasar Militer (Latsarmil) telah disesuaikan menjadi Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial sesuai kebijakan yang berlaku.

Pangdam menjelaskan bahwa pembekalan tersebut tidak bertujuan membentuk peserta menjadi prajurit TNI, melainkan membangun karakter yang disiplin, berintegritas, memiliki jiwa kepemimpinan, wawasan kebangsaan, serta semangat bela negara yang kuat. Selain itu, peserta juga dibekali kemampuan bekerja sama dan kompetensi manajerial sebagai bekal dalam mengemban tugas sebagai pengelola koperasi.

"Latihan Pembekalan Bela Negara ini bukan untuk menjadikan saudara sebagai prajurit TNI, tetapi untuk membentuk karakter yang disiplin, berintegritas, memiliki jiwa kepemimpinan, wawasan kebangsaan, serta semangat bela negara yang kuat sebagai bekal dalam melaksanakan tugas ke depan," tegas Pangdam.

Rilis

Minggu, 05 Juli 2026

Pengalaman Jadi Modal Utama, Prof. Bhayu Rhama Siap Antar UPR Menuju Kampus Berdaya Saing Global

PALANGKA RAYA | Bakal Calon Rektor Universitas Palangka Raya (UPR), Prof. Bhayu Rhama, menegaskan komitmennya untuk membawa UPR menjadi perguruan tinggi yang semakin unggul dan berdaya saing global. Tekad tersebut, menurutnya, lahir dari pengalaman memimpin dan rekam jejak pengabdian di lingkungan kampus, bukan semata-mata karena ambisi pribadi.

Prof. Bhayu mengatakan, semangat untuk terus belajar menjadi prinsip yang selalu dipegang dalam menjalankan kehidupan maupun kepemimpinan. Baginya, setiap pengalaman, tantangan, keberhasilan hingga kegagalan merupakan proses pembelajaran yang membentuk karakter dan kualitas seorang pemimpin.

“Never stop learning, because life never stops teaching. Kalimat ini bukan sekadar kutipan favorit saya, melainkan prinsip hidup yang selalu saya pegang. Saya percaya bahwa proses belajar tidak pernah berakhir. Setiap pengalaman, tantangan, keberhasilan, bahkan kegagalan adalah guru yang membentuk cara berpikir, karakter, dan kualitas kepemimpinan seseorang,” ujarnya.

Menurut Prof. Bhayu, semangat sebagai lifelong learner tidak hanya bertujuan menambah pengetahuan, tetapi juga memperluas wawasan, mempertajam kemampuan kepemimpinan, serta melahirkan solusi yang relevan terhadap berbagai tantangan yang dihadapi perguruan tinggi saat ini.

Selain itu, ia mengaku selalu berpegang pada moto hidup “Always Think and Useful for Society.” Baginya, ilmu pengetahuan hanya akan memiliki nilai apabila mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

“Bagi saya, ilmu pengetahuan hanya akan bermakna apabila mampu menghadirkan manfaat bagi orang lain. Karena itu, setiap langkah yang saya ambil selalu berorientasi pada bagaimana memberikan kontribusi terbaik, terutama bagi Universitas Palangka Raya sebagai institusi yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pengabdian saya,” katanya.

Sebagai akademisi, Prof. Bhayu memandang profesi pendidik bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan untuk membentuk generasi masa depan, membangun budaya akademik yang unggul, serta menciptakan ekosistem yang mendorong lahirnya inovasi dan perubahan.

Ia menilai kepuasan terbesar seorang pendidik adalah ketika mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan institusi dapat berkembang bersama menuju kualitas yang lebih baik.

Prof. Bhayu menjelaskan, keputusannya maju sebagai bakal calon rektor didasarkan pada pengalaman memimpin Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPR. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk membawa perubahan yang lebih luas di tingkat universitas.

“Tekad saya untuk menjadi Rektor Universitas Palangka Raya lahir dari pengalaman, bukan semata-mata ambisi. Amanah sebagai Dekan FISIP telah memberikan ruang bagi saya untuk membuktikan bahwa kepemimpinan yang kolaboratif, terukur, dan berorientasi pada hasil mampu menghasilkan berbagai capaian dan prestasi institusi,” ungkapnya.

Berbekal pengalaman, rekam jejak kinerja, serta komitmen terhadap kemajuan pendidikan tinggi, Prof. Bhayu optimistis UPR memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi universitas yang unggul, kompetitif di tingkat global, dan menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Tengah.

“Saya ingin menghadirkan manfaat yang lebih besar, tidak lagi hanya untuk satu fakultas, tetapi bagi seluruh Universitas Palangka Raya. Saya percaya, dengan pengalaman, rekam jejak kinerja, serta komitmen yang kuat terhadap kemajuan perguruan tinggi, UPR dapat tumbuh menjadi universitas yang semakin unggul, berdaya saing global, dan menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Tengah sekaligus kontributor penting bagi kemajuan Indonesia,” tutupnya.

(tim/cen)

Sabtu, 04 Juli 2026

Belajar dari Tokoh Nasional, Prof. Bhayu Rhama Soroti Pentingnya Jejaring Nasional dan Internasional untuk Kemajuan UPR

PALANGKA RAYA | Bakal Calon Rektor Universitas Palangka Raya (UPR), Prof. Bhayu Rhama, menegaskan pentingnya membangun jejaring nasional dan internasional sebagai salah satu b utama dalam mendorong kemajuan perguruan tinggi di era persaingan global.

Menurutnya, pengalaman berinteraksi dan belajar dari tokoh-tokoh nasional telah memberikan banyak pelajaran berharga mengenai kepemimpinan, tata kelola organisasi, serta pentingnya kolaborasi lintas institusi untuk memperkuat kualitas pendidikan tinggi.

Salah satu sosok yang dinilai memberikan pengaruh besar dalam perjalanan akademik dan kepemimpinannya adalah Prof. Dr. Agus Pramusinto. 

Akademisi yang dikenal sebagai pakar administrasi publik tersebut pernah menjabat sebagai Ketua Indonesian Association for Public Administration (IAPA) periode 2019–2022 serta Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) periode 2019–2024.

“Beliau tidak hanya menjadi mentor dalam organisasi profesi, tetapi juga membimbing saya dalam pengembangan karier akademik hingga meraih jabatan Guru Besar,” ujar Bhayu baru-baru ini.

Ia menjelaskan, kesempatan bekerja bersama Agus Pramusinto melalui kepengurusan IAPA membuka wawasan yang lebih luas mengenai penguatan tata kelola organisasi, pengembangan sumber daya manusia, serta pentingnya membangun jaringan kolaborasi yang berkelanjutan.

Bhayu mengungkapkan, kehadiran Agus Pramusinto saat pengukuhan dirinya sebagai Guru Besar di Kalimantan Tengah menjadi kehormatan tersendiri sekaligus pengingat bahwa setiap pencapaian akademik harus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Lebih dari sekadar hubungan personal, Bhayu memandang jejaring yang dimiliki para akademisi dan pemimpin nasional sebagai jembatan strategis untuk membuka peluang kerja sama yang lebih luas bagi UPR.

“Melalui pengalaman, kepemimpinan, serta jejaring nasional dan internasional yang dimiliki para tokoh tersebut, Universitas Palangka Raya memiliki peluang besar memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi, organisasi profesi, serta lembaga pemerintahan baik di dalam maupun luar negeri,” katanya.

Menurutnya, kolaborasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan riset bersama, meningkatkan kualitas publikasi ilmiah internasional, memperkuat kapasitas dosen, memperluas program pertukaran akademik, serta meningkatkan daya saing lulusan di tingkat global.

Bhayu meyakini transformasi UPR menuju universitas bereputasi tidak hanya ditentukan oleh kekuatan internal kampus, tetapi juga kemampuan membangun jejaring strategis dengan berbagai pihak.

“Pengalaman berkolaborasi dengan akademisi dan pemimpin nasional yang memiliki pengaruh dalam pengembangan kebijakan publik, tata kelola pemerintahan, serta jejaring internasional merupakan modal penting untuk memperkuat internasionalisasi UPR dan menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi sivitas akademika maupun masyarakat Kalimantan Tengah,” pungkasnya. (cen)

Jumat, 03 Juli 2026

Kuasa Hukum Prof. Bhayu Rhama Sebut Isu BR sebagai Black Campaign Jelang Pilrek UPR

PALANGKA RAYA | Kuasa hukum Prof. Bhayu Rhama, Parlin B. Hutabarat, menilai pemberitaan yang mengaitkan inisial BR dengan laporan ke Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi merupakan bentuk black campaign yang berpotensi merusak nama baik kliennya menjelang Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Palangka Raya (UPR).

Pernyataan tersebut disampaikan Parlin dalam konferensi pers di Palangka Raya, Kamis (2/7/2026). 

Menurutnya, meskipun sejumlah pemberitaan hanya menyebut inisial BR, penggunaan embel-embel “calon rektor UPR” membuat publik langsung mengarahkan tudingan kepada Prof. Bhayu Rhama.

“Walaupun menyebut inisial BR, tetapi diembel-embeli calon rektor UPR. Ini sangat tendensius. Kami menilai ini sebagai upaya mendiskreditkan nama baik klien kami,” kata Parlin.

Ia menegaskan bahwa berbagai isu yang berkembang belakangan tidak memiliki dasar hukum yang jelas dan berpotensi menggiring opini publik sebelum adanya proses hukum yang sah.

Parlin juga membantah keras tuduhan yang menghubungkan Prof. Bhayu Rhama dengan persoalan rumah tangga pihak lain. Menurutnya, perkara yang ramai diperbincangkan tidak memiliki keterkaitan dengan kliennya.

Ia menjelaskan bahwa hasil tes DNA yang beredar bukanlah hasil pemeriksaan terhadap Prof. Bhayu Rhama, melainkan berkaitan dengan pihak lain.

“Persoalan yang diberitakan itu bukan persoalan klien kami. DNA itu bukan DNA klien kami. Itu hubungan antara ADP dengan anaknya,” ujarnya.

Parlin menilai narasi yang berkembang seolah menggiring opini bahwa kliennya telah bersalah, padahal hingga kini tidak ada proses hukum yang membuktikan tuduhan tersebut.

Selain itu, Parlin juga menyoroti informasi yang menyebut Prof. Bhayu Rhama telah diperiksa oleh Itjen Kemdiktisaintek. Menurutnya, hingga saat ini pihaknya tidak pernah menerima pemberitahuan resmi terkait pemeriksaan tersebut.

“Sampai hari ini tidak pernah ada secara resmi. Kalau bicara etik atau kepegawaian terkait Prof. Bhayu, tentu ada mekanisme dan prosedur yang harus dilalui,” katanya.

Ia menilai narasi bahwa kliennya telah diperiksa terlalu jauh dan berpotensi menyesatkan publik.

Parlin menduga kemunculan isu tersebut tidak terlepas dari momentum Pilrek UPR yang sedang berlangsung. Ia menilai isu pribadi yang dikaitkan dengan status calon rektor berpotensi mengganggu iklim demokrasi akademik di lingkungan kampus.

“Ayo bersaing secara sehat. Sampaikan visi, misi, dan gagasan untuk membangun UPR. Jangan menggunakan narasi yang menyerang pribadi,” tegasnya.

Meski demikian, Parlin mengaku belum mengetahui apakah ada pihak tertentu yang berada di balik penyebaran isu tersebut. Namun, ia menilai penggunaan embel-embel calon rektor menunjukkan adanya dugaan upaya menjatuhkan reputasi kliennya.

Menurut Parlin, penyebaran informasi yang menyerang kehormatan dan nama baik seseorang tanpa dasar yang jelas dapat dikategorikan sebagai pembunuhan karakter.

“Kalau merusak dan menyerang kehormatan nama baik orang lain, itu salah satu bentuk pembunuhan karakter,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa hubungan pertemanan atau kedekatan antar civitas akademika tidak dapat dijadikan dasar untuk membangun tuduhan terhadap seseorang.

Parlin menyatakan tim kuasa hukum saat ini sedang mengkaji kemungkinan menempuh jalur hukum terhadap pihak-pihak yang dinilai menyebarkan fitnah atau informasi yang merugikan kliennya.

“Kalau memang berpotensi sebagai delik, kami akan proses dan laporkan. Jika ada pelanggaran etik profesi, akan kami kaji untuk dilaporkan juga,” katanya dikutip dari cyrustimes.com.

Ia menegaskan fokus utama Prof. Bhayu Rhama saat ini tetap pada gagasan dan program untuk membangun Universitas Palangka Raya ke depan. Namun, pihaknya tidak akan tinggal diam apabila terdapat serangan terhadap kehormatan dan nama baik kliennya.

“Pemilihan rektor harus berjalan jujur dan sehat. Jangan dibumbui informasi yang menyesatkan publik,” pungkas Parlin. (cen)


Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi